Rahasia Dibalik Panen Tomat Melimpah

Rahasia Dibalik Panen Tomat Melimpah

Tomat merupakan salah satu sayuran buah yang paling banyak dikonsumsi penduduk Indonesia, mulai dari dibuat sambal, dibuat olahan jus hingga dikonsumsi langsung. Oleh karenanya banyak petani yang membudidayakan tanaman ini.

Namun hasil panen yang sedikit dan seringnya gagal panen sering dialami petani karena minimnya pengetahuan mereka tentang budidaya tomat yang baik dan benar. Berikut adalah penjelasan rahasia dibalik panen tomat melimpah :

Berikut adalah penjelasan rahasia dibalik panen tomat melimpah :

Pilih benih tomat jenis varietas unggul yang dikeluarkan dari berbagai perusahaan benih. Mulai dari tomat yang tahan layu, tomat tahan Gemini virus, tomat dengan usia cepat panen (genjah), tomat berproduksi tinggi, dll. Tentunya semua memiliki harga yang berbeda-beda tergantung dari kualitas masing-masing benih unggul tersebut.

Benih unggul yang telah disiapkan kemudian direndam menggunakan POC GDM. Tujuan perendaman tersebut adalah untuk memecah masa dormansi benih lebih cepat sehingga benih lebih cepat tumbuh dan fungsi bakteri dalam POC GDM dapat menghilangkan penyakit tular benih sehingga benih tumbuh sempurna dan terhindar dari serangan penyakit.

Siapkan media semai yang terbuat dari campuran tanah, arang sekam dan pupuk kandang (perbandingan 3:2:1) kemudian siram dengan larutan GDM BLACK BOS. Cara membuat larutan tersebut adalah GDM BLACK BOS sebanyak 1 kg dicampur ke dalam 100 liter air kemudian siramkan pada media semai.

Keungulan aplikasi BLACK BOS pada media semai adalah untuk menghilangkan berbagai macam jamur dan bakteri merugikan (pathogen) yang akan menyerang di fase pembibitan. Setelah selesai  aplikasi BLACK BOS kemudian tanam benih pada media persemaian.

Lahan yang akan dipakai untuk budidaya tomat harus dibersihkan dari gulma dan rumput liar sehingga nantinya tidak akan mengganggu pertumbuhan tanaman tomat.

Saat proses olah tanah dapat menggunakan bantuan alat cangkul ataupun bajak. Pembajakan dilakukan dengan tujuan agar tanah menjadi gembur dan pertumbuhan mikroorganisme tanah lebih maksimal. Selain itu juga transfer media dimana air, udara, unsur hara dan energi ke benih (bakal tanaman) dan tanaman itu sendiri lebih optimal. Setelah tanah diolah berikan pupuk kompos (20 ton per hektar) untuk nutrisi mikrooganisme dan tanaman.

Buat bedengan setinggi 20-30 cm dengan lebar bedengan sekitar 100 cm sedangkan lebar jarak antar bedengan adalah sekitar 30 cm. Kemudian aplikasikan BLACK BOS dengan cara disemprot atau disiram. Bakteri BLACK BOS bekerja untuk membuka pori-pori tanah sehingga penyerapan air di tanah lebih banyak & bertahan lebih lama.

Selain itu penyakit-penyakit tanaman yang penularannya melalui tanah seperti layu fusarium, layu bakteri, busuk akar, busuk batang, bulai pada jagung, dan beberapa penyakit tular tanah lainnya dapat dicegah mulai dari awal sehingga bibit yang ditanam akan tumbuh sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Cara aplikasi BLACK BOS sangat mudah, yaitu encerkan 250 ml BLACK BOS  pada  ember yang telah diisi air (±5 liter) lalu tuang dan saring ke dalam tangki sprayer (14-20 liter) kemudian semprotkan pada tanah dalam kondisi basah/lembab/macak-macak. Fungsi BLACK BOS adalah untuk menghilangkan sumber penyakit tanaman yang ada di tanah, menggemburkan tanah, meningkatkan kualitas tanah, dan mempercepat proses pengomposan dalam tanah.

Sisa-sisa hewan atau tanaman pada tanah harus diuraikan menjadi kompos agar tidak terjadi pembusukkan di dalam tanah yang menimbulkan gas beracun bagi tanaman dan akhirnya tanaman tersebut tidak dapat tumbuh normal (kerdil, kuning, layu) dan akhirnya mati. Untuk itu BLACK BOS dengan kandungan bakteri unggul dapat mempercepat menguraikan sisa-sisa hewan atau tanaman menjadi kompos tanpa mengeluarkan gas beracun bagi tanaman.

Apabila pH dibawah 5 sebaiknya tambahkan dolomite agar pH tanah naik/netral. Kemudian tutup bedengan dengan plastic mulsa dengan tujuan untuk melindungi permukaan tanah dari erosi, menjaga kelembaban dan struktur tanah, mencegah dari serangan beberapa hama khususnya kutu-kutuan serta menghambat pertumbuhan gulma. Kemudian buat lubang tanam dengan jarak 70 x 60 cm atau 80 x 60 cm.

Menanam tomat dilakukan dengan cara ambil bibit tomat yang normal dan sehat dari persemaian lalu tanam pada bedengan yang telah disiapkan kemudian tutup dengan pupuk kandang dan tekan-tekan agar lebih padat. Agar bibit tidak stres lakukan penyiraman dengan POC GDM. Fungsi penyiraman POC GDM adalah agar akar bibit langsung berkembang.

Bakteri – bakteri dalam POC GDM pada fase vegetative tanaman tomat berfungsi untuk  membuat perakaran lebih panjang dan lebat, mengurangi tingkat stres saat pindah tanam, sebagai imunomudalator (meningkatkan daya kekebalan tanaman terhadap penyakit) dan menghasilkan phytohormone untuk mempercepat proses pertumbuhan.

Berikan pupuk anoganik saat tanaman tomat umur 7 HST dan diulangi setiap seminggu sekali. Gunakan pupuk yang memiliki kandungan Nitrogen dan kalium dengan perbandingan 1:1 dan berikan sebanyak 5 gram per tanaman dengan jarak 5-10 cm dari batang.

Kemudian semprot dengan POC GDM setiap seminggu sekali dengan dosis 2 gelas (air mineral) per tangki. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari dibawah jam 9 pagi atau sore hari diatas jam 16.00 WIB dengan cara disemprotkan di bawah dan diatas daun. Hal tersebut dilakukan karena stomata (mulut daun) paling banyak terletak di bawah daun dan terbuka saat matahari tidak terik.

Fungsi POC GDM adalah membuat perakaran lebih panjang dan lebat sehingga penyerapan nutrisi lebih maksimal, pertumbuhan tanaman lebih cepat dan jumlah bunga lebih banyak sehingga buah yang dihasilkan lebih lebat dan produksi melimpah.

Saat tanaman tomat berumur 30 HST aplikasikan kembali BLACK BOS dengan dosis 1 gelas air mineral per tangki. Fungsi BLACK BOS adalah untuk mencegah tanaman tomat dari serangan penyakit tular tanah, membuka pori-pori tanah dan menjaga kesuburan tanah.

Bersihkan rumput liar/ gulma tanaman yang tumbuh di bedengan dan sekitarnya karena hal tersebut mempengaruhi penyerapan nutrisi yang seharusnya diserap seluruhnya oleh tanaman tomat tapi harus dibagi terserap oleh gulma/rumput.

Selain itu gulma juga sebagai tanaman inang berbagai hama terutama tikus dan kutu-kutuan seperti thrip, aphids dan kutu kebul.

Lakukan pengendalian hama dan penyakit, apabila ada hama dan penyakit yang menyerang maka semprotlah dengan insektisida sesuai dengan dosis pemakaian.

Untuk menghindari resistensi (kekebalan) hama terhadap pestisida, kendalikan hama dan penyakit hanya apabila ada serangan. Gunakan pestisida nabati (pesnab) untuk penanggulangan awal dan apabila serangan telah berada diatas ambang ekonomi dapat dilakukan aplikasi pestisida kimia. Hendaknya pilihlah pestisida sesuai sasaran dan gunakan dosis secara bijak sesuai aturan pemakaian.

Budidaya tanaman tomat, bisa dipanen pada 60-100 HST tergantung pada varietas yang digunakan. Tanaman tomat dikatakan siap panen apabila kulit buah berubah dari hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun menguning dan bagian batang mengering.

Lakukan pemanenan dengan memetik buah pada pagi hari atau sore hari, karena pada waktu tersebut tanaman melakukan fotosintesis. Pemanenan bisa dilakukan setiap 2-3 hari sekali.

Gunakan perpaduan BLACK BOS dan POC GDM saat budidaya tomat agar tanah sehat dan panen tomat meningkat.

Konsultasi Seputar PUPUK Organik Cair GDM 0812 2400 2400