Lakukan Cara Ini Untuk Panen Terong Melimpah

Lakukan Cara Ini Untuk Panen Terong Melimpah

Budidaya tanaman terong tergolong mudah karena dapat tumbuh di berbagai tempat, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dan lebih mudah beradaptasi terhadap pengaruh cuaca.

Terong (Solanum melongena L.) tumbuh subur di semua tempat dan mudah sekali ditemukan.  Selain enak dijadikan masakan, banyak khasiat yang bisa diperoleh dari tanaman terong ini. Salah satunya adalah untuk menurunkan kolesterol dalam darah.

Budidaya tanaman terong dapat dijadikan usaha pertanian yang produktif dan menguntungkan. Tentunya hal ini harus disertai dengan teknis budidaya yang baik dan benar.

Media Semai

Siapkan media semai yang terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perban-dingan 2 : 1. Semprot/kocor media semai dengan Black BOS sebagai pencegah jamur dan menambahkan nutrisi untuk tanaman. Hasil campuran media tersebut dimasukkan ke dalam plastik semai.

PEMBIBITAN

  • Rendamlah benih dalam air hangat kuku dan tambahkan POC GDM selama 2 jam.

Tujuan perendaman benih mencegah penyakit tular benih dan mempercepat proses perkecambahan benih.

  • Kemudian benih diperam selama ± 24 jam hingga nampak calon akar.
  • Letakkan satu persatu benih ke dalam media semai yang telah disiapkan.
  • Tutup benih yang telah disemai dengan daun pisang/ penutup lainnya.
  • Setelah benih tampak berkecambah muncul, buka penutupnya.
  • Siram persemaian pagi dan sore hari ( perhatikan kelembabannya ).
  • Semprot Bibit terong 1 minggu sekali dengan POC GDM untuk mempercepat pertumbuhan dengan dosis 2 gelas air mineral per tangki.
  • Setelah bibit berumur 1-1,5 bulan atau berdaun empat siap dipindahtanamkan.

 PERSIAPAN LAHAN

Selama benih di persemaian, persiapan tanam dapat dilakukan dengan mengolah tanah. Persiapan lahan diawali dengan pembajakan sekali agar lapisan tanah yang ada di atas berada di bawah dan sebaliknya. Selanjutnya lahan diairi dengan cara di-leb/digenangi secara merata. Penggenangan sebaiknya dilakukan 3-5 jam dan selanjutnya dilakukan pembajakan kedua kalinya agar pembuatan bedengan lebih mudah.

Untuk mencapai hasil maksimal, maka untuk pupuk dasar sebaiknya diberikan pupuk kandang sebanyak 15 kg/ 10 m2, dolomit 10-15 kg/ 10 m2, (khusus untuk tanah basah/tergenang/bersifat asam). Tambahkan pupuk NPK dengan dosis 3 kg/10 tanaman. Setelah tanah dicampur dengan pupuk maka barulah dibentuk bedengan – bedengan dengan lebar 1 m dan tinggi 20-30 cm. Sedangkan jarak antar bedengan adalah 30 cm dan panjang bedeng menyesuaikan panjang lahan.

Tanah yang keras akibat tercemar residu kimia dan logam berat karena selama bertahun-tahun penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan aplikasi pestisida kimia membuat bakteri baik di tanah menjadi hilang dan membuat bakteri merugikan penyebab penyakit tanaman berkembang biak lebih cepat sehingga apabila tidak segera dilakukan tindakan akan menyebabkan berbagai macam penyakit di tanaman, seperti layu, busuk dan rontok. Untuk itu cegah penyakit tular tanah dengan mengocorkan GDM Black BOS dengan dosis 1 Kg Black BOS dilarutkan ke dalam 100 liter air diatas bedengan.

Selanjutnya pasang mulsa hitam perak diatas bedengan dan buat kuncian dari bambo, kemudian buat lubang tanam dengan jarak tanam 60 x 70 cm

PENANAMAN

Benih yang telah disemai selama 25 hari setelah semai (HSS) dapat ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan. Ciri dari bibit tanaman terong yang siap tanam adalah munculnya atau keluar 3 lembar daun sempurna atau mencapai tinggi ± 7,5 cm. Sebaiknya penanaman dilakukan pada sore hari setelah dilakukan penggenangan lahan serta pengocoran lubang tanam dengan POC GDM untuk mempermudah pemindahan dan masa adaptasi pertumbuhan yang lebih cepat.

Dosis kocor POC GDM adalah 1 : 50 (pada 1 liter POC GDM dilarutkan ke dalam 50 liter air) kocor setiap lubang tanam sebanyak 1 gelas air mineral larutan dengan tujuan agar setelah pindah tanam bibit terong tidak mudah stress dan mempercepat pertumbuhan.

Bibit yang siap tanam dimasukkan kedalam lubang tanam yang ditugal sedalam 10-15 cm kemudian ditekan ke bawah sambil ditimbun dengan tanah yang berada di sekitar lubang mulsa sebatas leher akar (pangkal batang).

 PEMELIHARAAN

Penyiraman dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari selama seminggu pertama setelah tanam.

Sedangkan pupuk susulan diberikan pada tanaman umur 21 hst antara lain pupuk dengan kandungan Nitrogen sebanyak 120 Kg/Ha, pupuk dengan kandungan Phospor 120 Kg/Ha dan KCl sebanyak 50 Kg/Ha. Pupuk diberikan dipinggir tanaman dengan jarak 10 cm dari pangkal batang.

Pupuk susulan kedua dilakukan pada umur 50 HST dengan pupuk NPK (16-16-16) sebanyak 400 Kg/Ha. Pemupukan ke – IV yang terakhir yaitu NPK (16-16-16) pada saat panen yang kedua dilakukan dengan dosis sebanyak 400 Kg/Ha.

Untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman semprotkan POC GDM setiap 1 minggu sekali pada bawah dan atas daun saat pagi atau sore hari dengan dosis 2 gelas air mineral per tangki. POC GDM dapat berfungsi sebagai pupuk daun karena mengandung nutrisi hara makro mikro lengkap dan akan lebih cepat diserap oleh daun dan disalurkan ke seluruh tanaman sehingga akan memacu memaksimalkan pertumbuhan tanaman.

Selain itu bakteri yang dikandung POC GDM juga membantu memaksimalkan proses fotosintesis yang mana fungsi fotosintesis adalah untuk menghasilkan O2 dan Karbohidrat serta membuat cadangan penyimpanan makanan sehingga tanaman akan selalu tercukupi kebutuhan nutrisinya.

Selain melakukan proses pemupukan juga lakukan pemasangan ajir sedini mungkin dan penyiangan gulma/rumput pada umur 15 dan 70 HST. Setelah itu pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh di tanaman terong mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh.

 PANEN

  • Buah pertama dapat dipetik setelah umur 45 – 50 HST tergantung dari jenis varietas.
  • Ciri-ciri buah siap panen adalah ukurannya telah maksimum dan masih muda.
  • Waktu yang paling tepat pagi atau sore hari.
  • Cara panen buah dipetik bersama tangkainya dengan tangan atau alat yang tajam.
  • Pemetikan buah berikutnya dilakukan rutin tiap 3-7 hari sekali dengan cara memilih buah yang sudah siap dipetik.

Selalu gunakan perpaduan GDM BLACK BOS dan POC GDM sejak dari awal agar tanah menjadi gembur dan subur, pertumbuhan tanaman terong lebih maksimal dan hasil panen meningkat.

 

Sumber Referensi :

pekalongankab dot go dot id

alamtani dot com

lmgaagro dot wordpress dot com

tanindo dot com