KEUNTUNGAN MELIMPAH TANAM BAWANG MERAH

KEUNTUNGAN MELIMPAH TANAM BAWANG MERAH

Di Indonesia bawang merah dikenal sebagai sayuran rempah yang banyak dibutuhkan sebagai bumbu utama masakan untuk menambah cita rasa dan kenikmatan masakan. Bawang merah yang memiliki nama lain Allium ascolonicum banyak dibudidayakan di dataran rendah karena memiliki iklim kering  dan membutuhkan intensitas sinar matahari yang cukup tinggi.

Daerah sentra bawang di Indonesia seperti, Brebes, Tegal, Pemalang, Probolinggo, Nganjuk, Kediri, Malang Cirebon, Majalengka dan Bandung selalu menanam bawang merah setiap tahunnya. Sehingga saat daerah-daerah ini panen harga bawang merah akan turun dan sebaliknya apabila daerah-daerah tersebut gagal panen harga bawang merah akan melejit melambung tinggi.

Cerahnya prospek bawang merah tidak didukung oleh pengetahuan petani tentang budidaya yang baik dan benar serta masih minimnya tentang teknologi baru yang digunakan. Terutama pupuk yang mereka gunakan adalah masih menggunakan pupuk yang sudah ketinggalan jaman dimana telah berpuluh-puluh tahun digunakan walaupun hasilnya tidak maksimal tetapi masih tetap digunakan.

Umur panen yang relatif singkat sekitar 60 – 70 HST sudah bisa dipanen membuat banyak petani tertarik untuk membudidayakannya. Oleh sebab itu perlu diperhatikan teknis budidaya secara benar disertai penerapan teknologi terkini. Dengan demikian keuntungan dapat dicapai dengan cepat dalam waktu relatif singkat.

Berikut adalah tahapan teknis budidaya bawang merah :

1. Pemilihan Umbi Bawang Merah

  • Pilihlah jenis bibit bawang merah sesuai musim tanam. Apabila ditanam musim penghujan sebaiknya pilihlah bibit yang tahan cuaca hujan, contohnya jenis Bauci/lokal. Sebaliknya saat tanam musim kemarau sebaiknya pilih yang jenis Thailand.
  • Pilihlah umbi bibit dengan tunas yang sudah kelihatan hijau setelah dipotong.
  • Pilih umbi bibit yang telah disimpan minimal selama 2 bulan setelah proses panen untuk jenis lokal/Bauci dan minimal 3 bulan untuk yang jenis Thailand.
  • Pada umumnya ukuran umbi yang disarankan untuk ditanam adalah yang berukuran sedang (diameter 1,5-1,8 cm atau 5-10 gr), karena harganya terjangkau dan mempunyai umbi ganda, rata-rata 2 siung per umbinya. Sedangkan untuk umbi yang besar terdiri dari 3 siung tapi harganya cukup mahal dan untuk umbi yang kecil tidak disarankan karena pertumbuhannya dan rentan terserang hama dan penyakit.
  • Sesaat sebelum tanam lakukan perendaman umbi bibit bawang merah dengan POC GDM agar pertumbuhannya cepat dan lebih tahan dari serangan penyakit. Hal ini dipengaruhi karena POC GDM mengandung 7 bakteri menguntungkan dengan menghasilkan phytohormone untuk mempercepat pertumbuhan dan antibiotik untuk mencegah dan menmbah kekebalan tanaman dari serangan penyakit.

2. Pengolahan Tanah

Cangkul atau bajak tanah sedalam ± 20 cm agar tanah lebih gembur, menghilangkan gulma, serta oksigen dapat masuk melalui pori-pori tanah dan dilakukan sebelum proses tanam. Setelah itu buat bedengan dengan lebar bedengan 100-120 cm dan tinggi 30-40 cm sedangkan lebar parit 30-35 cm. Untuk panjang bedengan disesuaikan luas lahan.

Pada saat seminggu sebelum tanam, taburi bedengan harus dengan pupuk dasar, yakni pupuk kandang atau kompos, serta diratakan. Dan sehari sebelum tanam, lahan diairi secukupnya sehingga siap untuk dilakukan proses tanam.

3. Penanaman

Saat penanaman gunakan jarak tanam 15×15 cm atau 20×15 cm. Tanam umbi bibit bawang merah dengan cara gerakan seperti memutar sekerup agar dapat tertanam sempurna. Karena umbi mudah mengalami pembusukan maka disarankan saat tanam usahakan jangan terlalu dalam.

Umbi bawang merah yang sebelumnya telah direndam POC GDM akan lebih cepat tumbuh, tidak mudah stress dan lebih tahan terhadap serangan penyakit.

4. Pemupukan

Setelah bawang merah tumbuh lakukan pemupukan susulan I pada umur 10-15 HST dan susulan II pada saat umur 21 HST, dengan mengunakan pupuk yang mempunyai kandungan N dan K. Sementara pupuk NPK(15-15-15) diaplikasikan pada saat bawang merah umur 30 HST.

Agar pertumbuhan bawang merah lebih cepat, tahan terhadap serangan penyakit, lakukan penyemprotan dengan POC GDM setiap 10 hari sekali yaitu pada saat bawang merah umur 10, 20, 30 dan 40 HST. Karena 7 bakteri yang terkandung di dalamnya mampu menghasilkan phytohormon dan bekerja sebagai rhyzobakteria yang mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah siung per rumpun, berat umbi per rumpun dan diameter siung per rumpun bawang merah.

Dosis POC GDM adalah 2 gelas air mineral per tangki setiap pagi (dibawah jam 09.00 WIB atau sore hari diatas jam 16.00 WIB).

5. Pengairan dan Penyiangan

Seperti tanaman yang lain, bawang merah juga membutuhkan air tapi tidak tahan terhadap genangan atau tanah yang becek.

Saat tanaman berumur dibawah 10 hari, lakukan penyiraman 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Setelah tanaman berumur 10 hari keatas penyiraman cukup dilakukan satu kali sehari dan sebaiknya dilakukan saat pagi hari.

Penyiangan dilakukan satu sampai dua kali dalam satu musim tanam, yaitu saat tanaman bawang merah berumur 10-15 hari dan 28-35 hari sesuai keadaan gulma di lahan dan dapat dilakukan dengan cara manual ataupun mekanis.

 6. Panen

Panen bawang merah dapat dilakukan saat tanaman telah berumur 60-75 HST. Ciri-ciri tanaman yang telah siap dipanen adalah tanaman telah cukup umur dengan hampir 60-90% batang telah lemas dan daun menguning.