Bulai Dicegah, Panen Melimpah

Bulai Dicegah, Panen Melimpah

Tanaman jagung merupakan golongan tanaman yang sangat cocok ditanam di musim kemarau. Karena komoditas ini memiliki adaptasi yang bagus di cuaca yang panas. Jagung  memiliki nama latin Zea mays, dalam pertumbuhannya memerlukan sinar matahari penuh dan tingkat penggunaan airnya tergolong sedang. Jagung dapat bertahan di musim kering tetapi tidak boleh kekeringan.

Tanaman jagung mudah untuk dibudidayakan karena dengan jarak tanam dan dosis pupuk sesuai anjuran ditambah lagi dengan kebutuhan air tercukupi dan dapat mengantisipasi serangan hama penyakit dari awal akan menghasilkan panen yang berlimpah.

Bulai merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyerang dalam budidaya jagung dan kebanyakan petani mengalami gagal panen karena serangan penyakit ini. Oleh sebab itu dari awal harus diketahui kapan kebiasaan dari penyakit bulai ini muncul. Apakah penyakit bulai ini sering muncul di awal, tengah atau akhir tahun?. Yang jelas tindakan antisipasi harus dilakukan sejak awal. Sebaiknya pencegahan penyakit bulai ini dimulai saat sebelum tanam dan waktu pengolahan lahan adalah saat yang tepat untuk mencegah serangan penyakit ini.

Penyakit bulai yang sering menyerang di Indonesia adalah disebabkan oleh cendawan Peronosclerospora maydis. Penyebarannya adalah melalui spora vegatatif yang dihasilkan oleh badan yang disebut konidia yang dapat bertahan selama bertahun-tahun sebelum cendawan tersebut tumbuh kembali. Proses infeksi terjadi saat dinihari sekitar pukul 02.00 – 04.00 karena sporalisasi maksimum terjadi pada saat itu. Cendawan ini menyukai kondisi tanah yang selalu lembab, tanah asam, residu kimia dan logam berat tinggi, serta miskin mikroba apathogen tanah.

Treatment yang harus dilakukan untuk mencegah cendawan Peronosclerospora maydis agar tidak berkembang dan tidak menginfeksi tanaman jagung adalah harus dimulai sejak awal sebelum tanam jagung. Tanah harus di treatment dahulu dengan cara menambahkan mikroba yang spesialis untuk meremediasi tanah dari cendawan, residu kimia, dan logam berat. Sehingga tanah menjadi sehat dan terbebas dari cendawan Peronosclerospora maydis penyebab penyakit bulai di tanaman jagung.

GDM merupakan produk organik yang mempunyai keunggulan di bakteri dengan bangga mengeluarkan varian terbarunya yang diberi nama “BLACK BOS”. Produk ini berbentuk pasta berwarna hitam dengan aroma khas organic. Rahasia BLACK BOS terletak pada kandungan unsur hara makro dan mikro lengkap serta memiliki 4 bakteri unggul dan pilihan, yaitu Bacillus subtilis, Micrococcus roseus, Pseudomonas alcaligenes dan Pseudomonas stutzeri berperan sebagai stimulan bakteri apathogen untuk meningkatkan kualitas tanah, mencegah penyakit tular tanah (seperti : Bulai, busuk akar, busuk batang, bercak daun, layu, dan rebah semai), memperbaiki tanah yang rusak serta terbukti mampu untuk mendegradasi polutan tanah dan logam berat.

Selain itu BLACK BOS hadir untuk mengembalikan unsur hara yang hilang dan mereduksi endapan unsur hara dalam tanah serta membuka pori-pori tanah sehingga tanah menjadi subur, gembur, kadar oksigen meningkat dan 4 bakteri yang terkandung di dalamnya akan terus melawan pertumbuhan cendawan pathogen. Sehingga serangan bulai pada tanaman jagung dapat diminimalisir sejak awal pertumbuhan.

Cara penggunaan BLACK BOS sangat mudah dan praktis, yaitu dengan menuangkan BLACK BOS sebanyak 1 gelas air mineral kedalam timba yang telah berisi air (3-5 liter air) kemudian aduk-aduk sebentar (bisa aduk menggunakan tangan) lalu tuang dan saring larutan BLACK BOS ke dalam tangki sprayer dan tambahkan air sampai tangki sprayer penuh. Ambil ampas pada saringan tangki dan masukkan ke dalam timba yang telah diisi air kemudian siramkan pada lahan. Dalam 1 hektar dibutuhkan 5 Kg BLACK BOS.

Aplikasi BLACK BOS dilakukan sebelum tanam (saat olah lahan) dan saat jagung umur 30 HST. Pada saat aplikasi tanah harus dalam kondisi lembab/basah. Hal ini bertujuan agar bakteri dalam BLACK BOS dapat bekerja dan berkembang biak secara maksimal.

Setelah tahap awal aplikasi BLACK BOS telah selesai maka tahapan berikutnya adalah aplikasi POC GDM dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman jagung dengan cara disemprotkan pada barisan tanam sesaat setelah tanam benih jagung. Kemudian semprotkan kembali saat tanaman jagung berumur 10, 20 dan 30 HST. Aplikasi POC GDM pada tanaman jagung dengan tujuan untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi agar tanaman jagung tumbuh cepat dan hasil panen meningkat.

Dengna perpaduan BLACK BOS dan POC GDM, penyakit bulai dicegah, hasil panen melimpah.

Konsultasi Seputar PUPUK Organik Cair GDM 0812 2400 2400