Budidaya Kentang Dengan Hasil Maksimal

Budidaya Kentang Dengan Hasil Maksimal

Bercocok tanam kentang sangat cocok untuk ditanam di negara Indonesia. Dan tanaman ini akan tumbuh dengan optimal di area sejuk, di dataran tinggi misalnya. Kentang yang ditanam di dataran rendah dengan suhu yang kurang dingin akan menghasilkan kentang berukuran kecil.

Budidya kentang ditanam di wilayah yang tidak berangin. Mengapa demikian? Karena hembusan angin yang kencang kurang cocok untuk jenis tanaman ini, dimana angin dapat dengan mudah menghembuskan berbagai macam virus dan penyakit yang berbahaya bagi tanaman kentang.

Seperti halnya berbudidaya jenis tanaman pangan lainnya, ada beberapa tahapan teknik budidaya kentang yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah beberapa tahapan cara menanam kentang :
1. Pembibitan Kentang
Bibit kentang yang ditanam sebaiknya berasal dari umbi yang sudah tua dengan ciri umbi kuat, bobot umbi sekitar 30-45/50 gram atau 45/50-60 gram dengan besar rata-rata adalah 30-35 mm atau 45-50 mm, dan memiliki tiga hingga lima mata tunas. Varietas yang digunakan Granola, Cipanas, Atlantik M, Repita, Amabile dan Maglia.
Untuk mendapatkan umbi yang baik dapat dilakukan dengan cara :
• Umbi telah bertunas dan juga kuat yang telah melewati proses penyimpanan selama 4 bulan setelah panen.
• Benih telah tumbuh tunas kurang lebih 2 cm serta jumlah tunas mencapai 3 hingga 5 tunas per umbi.
• Permukaan umbi harus mulus dan bebas dari cacat.
Dan apabila membeli bibit kentang maka carilah bibit pohon kentang yang berkualitas dan sehat. Ciri fisik bibit kentang yang baik adalah mempunyai ukuran sebesar telur bebek atau telur ayam dengan berat bibit sekitar 30-80 gram. Sedangkan tunas yang baik untuk ditanam adalah tunas yang berukuran 2-3 cm dan berjumlah 3-5 tunas setiap bibit kentang.

2. Persiapan Lahan
Sebelum melakukan penanaman bibit kentang sebaiknya lakukan proses pengolahan lahan terlebih dahulu agar tanah menjadi gembur, memperbaiki aerasi tanah, kandungan oksigen dalam tanah tinggi dan menghilangkan penyakit tular tanah.
Cara pengolahan tanah dan menanam bibit kentang:
• Bajak/cangkul tanah sedalam kurang lebih 20 cm agar menjadi gembur dan diamkan kurang lebih 3 hari agar terpapar sinar matahari.
• Berikan pupuk kandang/kompos sebanyak 10-20 ton per hektar pada lahan kemudian dicangkul agar merata dalam tanah lalu semprotkan GDM BLACK BOS pada tanah kondisi lembab/basah dengan dosis 1 gelas air mineral per tangki serta diamkan selama 7 hari. Hal ini wajib dilakukan karena bakeri yang terkandung dalam BLACK BOS adalah bakteri yang menguntungkan yang bertujuan untuk mempercepat proses komposisasi dalam tanah, membuka pori-pori tanah sehingga tekstur tanah tidak keras dan menjadi gembur, mencegah penyakit tular tanah agar tidak menyerang ke tanaman dan menambah daya kekebalan tanaman terhadap serangan penyakit.
• Buatlah bedengan dengan menghadap timur – barat agar mendapat pasokan sinar matahari yang optimal.
• Tinggi bedengan adalah 30 cm, dan lebar 70cm , sedangkan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.
• Berikan jarak antar bedengan kurang lebih 40cm untuk akses aliran air hujan agar tidak menggenangi bedengan.
• Buat lubang tanam di atas bedengan dengan jarak tanam sekitar 20 – 25 cm.
• Tahap selanjutnya adalah menanam umbi kentang yang telah dipersiapkan. Sebaiknya awal tanam dimulai pada saat musim hujan agar tanaman baru langsung mendapatkan suplay air yang cukup.
• Tanam umbi kentang yang telah bertunas sekitar 2 cm, setelah itu tutup dengan tanah setebal 5 cm. Saat tutup dengan tanah jangan terlalu dalam karena penimbunan yang terlalu dalam justru akan mengurangi produktivitas Kentang.

3. Penanaman Kentang
Setelah lahan dipersiapkan dengan baik dan melakukan pembibitan dengan benar, kini saatnya mulai menanam bibit kentang dengan cara tanam yang tepat. Saat penanaman kentang idealnya dilakukan kira-kira satu minggu setelah lahan disiapkan. Berikut ini beberapa panduan bermanfaat bagi Anda dalam teknik menanam kentang :
– Rendam bibit kentang menggunakan POC GDM dengan dosis 1 gelas air mineral dilarutkan dalam 20 liter air. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan bibit, mencegah bibit dari penyakit tular benih dan menambah daya imunitas bibit dari serangan penyakit.
– Letakkan bibit pada tanah sedalam kira-kira 8 cm di bawah permukaan tanah kemudian tutup menggunakan bokashi atau pupuk kompos. Kedalaman tanah ini harus ideal, jangan sampai kentang terkubur terlalu dalam di dalam tanah.
– Pilih tunas bibit kentang yang paling baik dan letakkan tunas tersebut menjulang ke atas permukaan tanah.
– Siram tunas tersebut dengan air secukupnya agar tanaman kentang lebih cepat tumbuh.

4. Pemupukan dan Penyiangan
Agar menghasilkan panen yang melimpah maka dibutuhkan pemupukan yang seimbang dan sesuai kebutuhan tanaman. Lakukan penyemprotan dengan POC GDM dengan dosis 1 gelas air mineral per tangki setiap 1 minggu sekali agar kebutuhan nutrisi makro dan mikro tercukupi, selain itu tanaman akan lebih tahan terhadap serangan penyakit, mempercepat keluarnya umbi serta menambah besar dan bobot umbi sehingga hasil panen akan melimpah.
Selain penemprotan POC GDM pada tanaman lakukan juga pemupukan dari bawah yaitu dengan memberikan pupuk kimia secara rutin setiap 20 hari sekali sejak masa tanam dengan dosis :
• Pupuk kandungan Nitrogen (N) = 500kg/h
• Pupuk kandungan kalium = 100kg/h
• Pupuk kandungan phospat = 400kg/h
Pemupukan dapat dilakukan dengan cara menaburkannya diantara lubang tanam yang sudah terdapat tanaman kentang yang sudah ditanam.
Selain memupuk, penyiangan juga sangat penting untuk dilakukan agar lahan bersih dari gulma. Berbagai macam hewan pengganggu juga harus disingkirkan dari lahan kentang agar dapat tumbuh maksimal. Selain itu, upaya agar umbi terus berada di dalam tanah dan tidak terkena sinar matahari sangatlah penting (agar umbi tidak beracun).
Pada umur 25-30 HST tanaman kentang mulai berbunga, dan sebelum mekar bunga tersebut harus segera dibuang agar umbi tidak tumbuh kecil-kecil serta saat pemberian air tidak boleh berlebihan.

5. Pemanenan
Pemanenan dilakukan saat tanaman kentang bagian atas telah mengering, yakni sekitar 85 hari setelah penanaman.
Jadi selalu gunakanlah GDM BLACK BOS dan POC GDM untuk mendapatkan hasil umbi kentang yang sehat dan hasil panen meningkat.

Sumber Referensi :
– 1001budidaya dot com
– sakadoci dot com